Kontroversi Hagia Sophia, Museum Yang Mendadak Terkenal Di Dunia

Agustus 31, 2020 By Baged

Presiden negara Turki, Recep Tayyip Erdogan acap kali membuat kebijakan yang kontroversial sepanjang masa kepemimpinannya atas Kontroversi Hagia Sophia yang memang banyak warganya gemar bermain SITUS JUDI DOMINO QIU QIU ONLINE Terpercaya di Indonesia. Kali ini, ia tiba-tiba mengumumkan bahwa museum Hagia Sophia yang berlokasi di Turki akan beralih fungsi menjadi tempat ibadah umat muslim, yaitu masjid.

Pengumuman ini secara otomatis juga membatalkan peraturan negara tahun 1934 yang berbunyi bahwa Hagia Sophia harus dimanfaatkan sebagai museum. Sontak nama Hagia Sophia mendadak menjadi terkenal karena diperbincangkan di seluruh dunia.

Museum yang dianggap sebagai simbol perdamaian antara umat kristen dan muslim kini tidak lagi netral. Kaum kristen ortodoks yang bertempat tinggal di Turki pun mengutarakan kekecewaan mereka terhadap sang presiden atas keputusan tersebut.

Kontroversi Hagia Sophia, Museum Yang Mendadak Terkenal Di Dunia1

Bangunan ikonik ini pertama kali digunakan sebagai sebuah katedral di masa abad ke 6 yang kala itu Turki dikuasai oleh konstantinopel. Beberapa saat kemudian, kekaisaran Ottoman yang merupakan kerajaan muslim berhasil merebut Turki dan menjadikannya wilayah kekuasaan Ottoman.

Berabad-abad setelahnya, pemimpin terakhir kerajaan Ottoman berhasil dilengserkan oleh Mustafa Kemal Ataturk yang mengganti sistem pemerintahan menjadi republik. Di masa itulah, Hagia Sophia diputuskan akan berfungsi sebagai museum dan tradisi itu terus terjaga sampai 86 tahun lamanya. Presiden pertama Turki tersebut merasa bahwa ini harus dilakukan demi menciptakan kerukunan antar umat beragama waktu itu.

Perubahan Fungsi Hagia Sophia Berbuah Kekecewaan Sekaligus Sorak Sorai

Berbanding terbalik dengan kelompok kristen ortodoks yang merasa kecewa, kebijakan presiden Erdogan disambut meriah oleh kaum muslimin di sana. Mereka bersorak sorai merespon hasil pengadilan tinggi yang merapatkan persoalan Hagia Sophia. Erdogan bersikukuh bahwa apapun yang terjadi, Hagia Sophia harus menjadi masjid dan tidak boleh gagal.

Perubahan Fungsi Hagia Sophia Berbuah Kekecewaan Sekaligus Sorak Sorai

Padahal Erdogan pun tahu bahwasanya Hagia Sophia telah menjadi situs warisan kebudayaan dunia oleh PBB dan ia menerima kritik pedas di dunia internasional. Berbagai tanggapan dan komentar tajam kebanyakan keluar dari para komunitas kristen ortodoks di seluruh dunia, dan juga Amerika Serikat. Apa yang telah dijalankan oleh Erdogan bisa memicu perpecahan dan meningkatkan tensi yang kadung terjadi antara Turki dan Yunani.

Nama Hagia Sophia memiliki makna mendalam berbunyi sifat bijaksana yang berasal dari tempat suci. Gedung megah ini berbentuk monumen dengan hiasan kubah mewah di puncak atapnya. Waktu pertama kali didirikan, ia juga mempunyai sebutan lain yaitu Ayasofya serta Sancta Sophia. Hagia Sophia tidak hanya dinamai secara hati-hati dan berkonsep penuh nilai filosofis saja.

Melainkan, ia juga dirancang dengan cermat dan teliti oleh sekumpulan arsitek terkemuka di dunia. Pada masa pembangunannya, proyek ini juga melibatkan banyak pakar matematika dan mekanikal. Saking rumitnya, Hagia Sophia baru selesai dibangun setelah memakan waktu sampai 6 tahun lamanya. Itu saja sudah merupakan prestasi tersendiri karena pada saat itu bangunan raksasa perlu waktu jauh lebih lama untuk selesai dibangun.

Museum Ini Berperan Penting Dalam Menciptakan Toleransi Beragama

Pemerintah Turki berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan bentuk asli dari museum Hagia Sophia sehingga masih lestari hingga sekarang. Tidak banyak orang tahu, bahwa sebenarnya atap masjid ini pertama kali menggunakan material kayu.

Akibatnya, ketika pecah peristiwa kudeta di tahun 404 Masehi, gedung ini sangat mudah terbakar dan mengalami kerusakan yang cukup parah. Setelah kebakaran kembali dialami kedua kalinya, Hagia Sophia dibongkar ulang dengan material yang lebih kuat dan kokoh. Berkat keputusan itu, ia sempat selamat dari bencana alam berupa gempa bumi pada era 558 masehi.

Museum Hagia Sophia Berperan Penting Dalam Menciptakan Toleransi Beragama

Perebutan penggunaan fungsi Hagia Sophia cukup alot terjadi sepanjang berdirinya bangunan kontroversial tersebut. Berkali-kali ia berganti peran antara menjadi gereja katedral dan masjid. Oleh sebab itu, gaya arsitekturalnya pun tercampur aduk pula antara simbol kekristenan ortodoks dan kaligrafi islam. Menariknya, justru berkat insiden saling rebut ini membuat Hagia Sophia menjadi kaya akan sentuhan sejarah dan percampuran budaya juga Kontroversi Hagia Sophia seperti museum british koleksi terbesar.

Maka dari itu, PBB pun tertarik untuk mengikut sertakan gedung ini sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia. Namun gelar ini bisa didapat dengan satu syarat, yaitu mengambil jalan tengah atas kegunaan gedung tersebut. Itulah sebabnya, pada 1934 pemerintah saat itu merasa perlu untuk menjadikannya museum saja dan terbukti meredakan perseteruan kedua kubu. Namun entahlah apa yang ada di benak presiden Erdogan, mari kita lihat saja apa yang akan terjadi ke depannya.

Post your Comments